Jakarta — Pemerintah Meksiko bergerak cepat untuk mencegah pecahnya perang internal kartel setelah tewasnya Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), dalam baku tembak dengan pasukan keamanan pada Minggu lalu. Kematian sosok yang selama ini dianggap terlalu kuat dan terlalu berbahaya untuk disentuh itu memicu kekhawatiran akan perebutan kekuasaan berdarah di dalam salah satu sindikat narkoba paling kuat dan mematikan di Meksiko.
Oseguera selama bertahun-tahun membangun kerajaan kriminal dengan jaringan wilayah yang luas, membentang dari perbatasan Meksiko-Guatemala hingga negara bagian Tamaulipas yang berbatasan dengan Texas, serta Semenanjung Baja California di pesisir Pasifik. Di bawah kepemimpinannya, CJNG tumbuh menjadi organisasi paramiliter dengan sekitar 30.000 operator bersenjata dan menguasai berbagai “plaza” atau rute penyelundupan strategis.
Kematian Oseguera dinilai sebagai pukulan terbesar pemerintah terhadap kelompok kriminal di negara itu.
“Ini adalah pukulan terbesar yang pernah dilakukan pemerintah terhadap kelompok kriminal di Meksiko,” kata Eduardo Guerrero, konsultan keamanan terkemuka di Mexico City.
“Ini memiliki implikasi nasional, mengingat banyaknya negara bagian tempat kartel beroperasi, dan masih terlalu dini untuk memastikan apakah ini akan berubah menjadi perang besar.”
Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Meksiko saat ini masih bergulat dengan konflik internal di dalam Sinaloa Cartel, yang pecah setelah faksi yang berafiliasi dengan mantan bos narkoba Joaquin “El Chapo” Guzman mengkhianati klan lain. Pertikaian tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan sekitar 3.000 lainnya hilang, diduga diculik dan dibunuh.
Jika konflik serupa terjadi di tubuh CJNG, dampaknya diperkirakan akan lebih luas karena jangkauan teritorialnya yang lebih besar. Guerrero memperingatkan bahwa potensi perang kartel di Meksiko bagian barat juga bisa mengganggu keamanan Piala Dunia musim panas ini, yang akan digelar di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Kota Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco dan salah satu kota terbesar serta paling makmur di Meksiko, dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan.
Kekuatan CJNG langsung terlihat tak lama setelah kematian Oseguera diumumkan. Kelompok bersenjata menutup jalan raya di berbagai wilayah dan membakar kendaraan, mengirimkan kepulan asap hitam ke langit, termasuk di Puerto Vallarta, resor pantai Pasifik yang populer di kalangan wisatawan Amerika Serikat. Pemerintah Meksiko pada Senin menyatakan telah mengerahkan ribuan tentara ke wilayah barat untuk memulihkan ketertiban dan mencegah lonjakan kekerasan.
“Kami memantau situasi dengan ketat melalui pusat komando kami, mengantisipasi setiap potensi reaksi kekerasan atau restrukturisasi di dalam kartel,” ujar Menteri Keamanan Meksiko Omar García Harfuch.
Menurut pejabat Amerika Serikat, setidaknya ada tiga operator tingkat tinggi yang kemungkinan akan berlomba memperebutkan takhta dunia bawah tanah peninggalan Oseguera. Dalam dunia kartel, suksesi tidak pernah berlangsung mulus. Tidak ada penunjukan langsung; yang menentukan adalah kekuatan, kecerdikan, dan brutalitas.
“Siapa pun yang memiliki kapasitas ekonomi atau logistik terbesar kadang-kadang akan merebut takhta,” ujar Alberto Capella, mantan kepala keamanan di kota perbatasan Tijuana serta di negara bagian Morelos dan Quintana Roo.
Analis keamanan Javier Oliva memprediksi akan terjadi proses fragmentasi yang memicu kekerasan. Sementara Manelich Castilla, mantan komisioner Kepolisian Federal Meksiko, mengatakan bahwa sejarah kejahatan terorganisir di negara itu selalu menunjukkan pola serupa: setiap kali seorang pemimpin besar tumbang, pertarungan suksesi tak terelakkan.
“Dengan kartel yang memiliki kapasitas dan logistik sebesar ini, yang menguasai begitu banyak wilayah di dalam dan luar Meksiko, wajar jika terjadi perubahan organisasi atau perebutan kekuasaan internal yang menantang hierarki,” kata Castilla.
Analis keamanan David Saucedo bahkan memperkirakan angka pembunuhan akan meningkat dalam waktu dekat.
“Kelompok perdagangan narkoba lain akan melihat adanya kelemahan dalam Kartel Jalisco,” ujarnya.
“Yang dilakukan pemerintah Meksiko adalah menghadapi Kartel Jalisco secara langsung.”
Kini, pemerintah berpacu dengan waktu untuk menstabilkan situasi sebelum konflik terbuka meledak. Jika para pemimpin unit bersenjata utama berhasil ditangkap atau dikendalikan, risiko perang besar bisa ditekan. Namun, dengan sejarah panjang kekerasan kartel di Meksiko, kematian satu raja kerap kali hanya membuka jalan bagi pertumpahan darah berikutnya. @kanaya