Jakarta – Performa pasukan drag bike Indonesia di ajang NGO Thailand terbilang ngeri. Dari awal lomba, wakil Merah Putih ini tampil konsisten, kencang, dan nyaris menyapu bersih kemenangan di setiap sesi yang diikuti. Sayangnya, pesta itu harus ternoda oleh drama panas di laga pamungkas yang bikin geleng-geleng kepala.
Drama pecah di kelas Ninja 59, saat Bacang Balap X Dewa United Techno Tuner berhadapan langsung dengan tim tuan rumah, Tan Lad Lum Kew. Setelah motor Tekno finis terdepan, unit langsung masuk meja scrutineering alias dibongkar dan diukur komponen vitalnya. Di sinilah cerita mulai terasa “anyep”. Pihak NGO Thailand mengklaim kruk as milik Techno kelebihan stroke dan dianggap tidak sesuai regulasi.

Yang bikin gemas, kruk as tersebut justru dibeli langsung oleh Tekno Tuner dari bengkel ternama Thailand, LMN, yang dikenal super ketat soal spek dan regulasi. Logikanya, kecil kemungkinan ada selisih ukuran. Bahkan ketika fakta ini disampaikan dan disebutkan asal-usul barangnya, pihak NGO Thailand justru terdiam, no comment, tanpa bantahan lanjutan.
Tekno Tuner pun meminta scrut ulang yang dilakukan secara barengan dengan motor tim Thailand demi fair play. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh panitia dengan berbagai alasan yang dinilai tidak masuk akal. Padahal, Techno juga mengantongi bukti tentang video scrut motor Bacang Balap x Dewa United. Belum lagi soal toleransi stroke 0,05 yang seharusnya masih diperbolehkan sesuai regulasi teknis. Pihak indonesia hanya ingin keadilan untuk di ukur ulang bersaamaan, tapi mereka menolak. Terlihat sekali

Keanehan makin terasa saat proses pengukuran. Motor tim Thailand diukur berulang kali sampai angkanya “pas”, sementara motor Techno hanya sekali ukur lalu langsung diputuskan bermasalah. Dari situ, aroma ketidakadilan makin kencang tercium. Akhirnya, kemenangan terakhir Techno Tuner resmi dibatalkan oleh pihak NGO Thailand.
Meski pahit, Techno Tuner Indonesia tetap menunjukkan mental juara. Di balik drama ini, satu hal jelas, performa mereka sudah bikin tuan rumah Thailand ketar-ketir. Gas terus, kiblat balap lurus akan segera beralih ke Indonesia dengan ketidak adaannya Fair Play di event NGO Thailand. Tetap semangat, Bravo!