Nalog.com – Ribuan orang tumpah di Doral. Pinggiran kota Miami tempat Presiden AS Donald Trump sering menghabiskan akhir pekan. Ada resor golf di sana.
Separo populasi Doral berkebangsaan Venezuela. Dan Sabtu siang, 3 Januari 2026 (Minggu dini hari WIB), mereka turun ke jalan. Mengenakan busana warna-warni, dan menenteng bendera Venezuela.
Seraya meneriakkan “Freedom!” mereka merayakan operasi militer AS ke Caracas, yang diakhiri dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sebuah hasil mengejutkan yang telah lama mereka dambakan.
Di luar restoran El Arepazo, pusat budaya Venezuela di Doral, seorang pria memegang selembar karton bertuliskan “Libertad” dengan spidol hitam. Beberapa lainnya mengangkat poster bertulisan, “Thank You Trump!”
Serangan militer ke Caracas pada Sabtu pagi adalah puncak dari tekanan AS yang meningkat selama berbulan-bulan. Tentara membawa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ke New York. Tempat mereka akan diadili sebagai kartel narkoba dan teroris.
Eksil Venezuela Lega

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di New York, diadili Senin. Warga Venezuela di Doral, Florida, merayakan penangkapan Maduro, 4 Januari 2026. -AFP-
Bagi sebagian warga Venezuela, aksi itu membawa mimpi mereka untuk bersatu kembali dengan orang-orang terkasih mendekati kenyataan. Setelah bertahun-tahun mengalami perpisahan yang memilukan.
Mereka adalah orang-orang yang terpaksa meninggalkan negerinya. Baik karena melawan rezim Maduro, atau karena tidak tahan lagi hidup miskin di bawah pemerintahan sang presiden. Negeri itu dilanda kemiskinan akut.
“Kami sulit menggambarkan ini. Rasanya campur aduk,” kata Alejandra Arrieta, yang datang ke AS pada 1997. “Ada rasa takut. Ada kegembiraan. Sudah bertahun-tahun kami menunggu ini. Sesuatu harus terjadi di Venezuela. Kita semua membutuhkan kebebasan,” paparnya.
Bagi David Nuñez, perubahan rezim menawarkan harapan untuk kembali pulang. Ia melarikan diri ke AS enam tahun silam setelah dianiaya di Venezuela karena aktivisme politiknya. Sejak itu, ia tak pernah bertemu putrinya, yang berusia 8 dan 17 tahun.